Buah penghibur

28 10 2008

Dalam kondisi lelah, baik fisik maupun mental, umumnya kita semua butuh adanya penghibur.  Eittss … jangan dulu anda berpikir negatif tentang hal ini.  Memang kata “penghibur” selalu saja dikonotasikan sebagai bagian dari hiburan seksualitas.  Walaupun secara harfiah kata ini belum tentu ke arah sana, namun orang pada umumnya senang meng-kaitkannya.  Penghibur pada konteks ini adalah datangnya suasana yang menenangkan dan mengendurkan ketegangan yang melanda fisik maupun pikiran.

durian sebagai teman bekerja

Kemarin kebetulan sekali, saya bersama teman-teman sedang sibuk membahas sebuah rencana besar.  Sebuah rencana yang hampir mulia sifatnya, dan bisa berguna bagi khalayak banyak.  Maka segenap pikir dan tenaga diperas habis untuk memastikan agar rencana tersebut dapat jadi rencana yang kreatif, inspiratif, dan bisa diaplikasikan.  Sebagai upahnya … pembahasan rencana ini pun menguras habis energi yang kami miliki.  Pembahasan pun memakan waktu lama sejak pagi hingga malam.

Ketika akhirnya kami menyelesaikan rencana tersebut, ketika pula lahh jarum jam telah menunjukkan angka menjelang tengah malam.  Sementara energi makan siang kami sudah habis dan tak sempat mengisi tambahan energi dengan makan malam.  Tatapan mata menjadi nanar, keringat mengucur deras, seluruh persendian terasa lemas tak mampu menopang bobot tubuh.  Namun dalam suasana lemah dan redup ini, tak dinyana seorang kawan datang ke arah kerumunan diskusi kami dan berkata, “Bang … ini ada durian, abang semua mau kan?”  Kontan seluruh peserta diskusi melonjak girang sambil mengiyakan, “Mauuu lahh … sudah dibelah sekalian belum?”  Energi kami rasanya tak mampu lagi untuk bahkan membelah durian, maka wajar jika kami menanyakannya.  Syukurlah hal itu tak perlu dilakukan karena 4 buah durian sudah dibelah oleh kawan itu.

Kejadian berikutnya, kami bertiga dengan lahap telah asyik masyuk dengan keempat buah durian.  Buah durian yang telah masak, dengan sedikit rasa pahit.  Rasa pahit yang menandakan bahwa durian ini tergolong enak untuk ukuran penggemar durian seperti saya.  Konon kata orang rasa pahit itu muncul karena adanya fermentasi dari daging buah durian.  Hmmm … nikmat sekali rasanya.  Setahun lebih rasanya tak mencicipi durian, kali ini saya merasakannya lagi.  Kerinduan yang lama ditambah dengan terpaan rasa lelah menjadi hilang.

Maka di menit-menit berikutnya kami pun kembali ceria dan segar.  Perut sudah terisi.  Hati pun terobati.  Ini mungkin yang disebut sebagai penghibur sejati.  Durian, sang dewa buah yang menjadi penghibur kelelahan pikir dan badan kami.  Beruntung juga rasanya bahwa pembahasan rencana besar dan mulia ini dilakukan di Pekanbaru, Riau.  Dilakukan terutama bertepatan waktunya dengan datangnya musim durian.  Alhamdulillaah ….


Actions

Information

5 responses

30 10 2008
Hedi

OOT.

lho gawe blog anyar to….??? takjub :P

3 11 2008
Kaboer Kanginan

Sam Hedi: ahh biasa ae Sam, cuman iseng2 berhadiah … hehehe

3 11 2008
elly.s

kabel2 itu pasti sekarang rasa duren…

9 11 2008
atmowidjojo

Mbak Elly.S: tidak cuma kabel mbak yang bau, tapi seluruh ruang jadi harum durian

20 11 2008
loan

asik juga durian sebagai tempat kerja, tapi di sana murah kali. but hati-hati kata orang jangan banyak makannya, bisa sakit. my blog: ttp://baganbatublog.blogspot.com/

Leave a comment